Usia 19 tahun. Sebentar saya ingat-ingat, oh, saya waktu itu sudah lulus SMA selama setahun dan melanjutkan kuliah di Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta. Cuma setahun, lantas pergi ke Bandung ambil Jurnalistik. 19 tahun. Belum tahu apa-apa, masih ijo pisan, ingusan, nodong ortu dan blayangan sak karepe dewe. Saya memang manusia biasa. Beda dengan Alia Sabur yang luas biasa. Siapa dia?
Alia Sabur baru saja memecahkan rekor yang sudah berumur tiga ratus tahun. Ia, di usia 19 tahun, menjadi profesor termuda di dunia. Gelar sebelumnya dipegang oleh Colin McLaurin, profesor matematika.
Alia adalah warga negara Amerika kelahiran Iran. Ia sudah berbicara dan membaca pada usia delapan bulan! Ia lulus SD usia lima tahun. Ia masuk universitas (untuk kuliah, bukan cuma masuk ruangannya doang lalu keluar) pada usia 10 tahun, ambil jurusan matematika dan lulus 4 tahun kemudian. Ia juga memegang gelar master dan doktor dari Drexel University Amerika Serikat.
Upacara pengukuhannya dilaksanakan di Universitas Konkuk, Korea Selatan. Ia resmi tercatat sebagai profesor termuda di Guinness Book of Records.
Moral kisah nyata ini ada tiga:
- Saya malu.
-
- Saya malu.
-
- Saya malu.
Sumber berita: Metrotv.

Juni 27, 2008 pukul 12:47 am |
saya juga malu, malah saya lebih malu daripada malunya mas..
soalnya saya tidak pernah kuliah.
Maret 17, 2009 pukul 4:12 pm |
Subhanallah. Tak perlu malu, kan ada pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Hehe.