Suku Dani Pake Laptop: Rekayasa atau Sungguhan?

Gambar dibawah ini memperlihatkan suku Dani Papua sedang bermain laptop.
Suku Dani sedang ngoprek laptop
Pertanyaannya:
Apakah gambar ini betul-betul sungguh atau rekayasa belaka?
Bila sungguhan, sedang membuka apa mereka? Maen game, ngetik pake openoffice, chating, atau lagi ngeblog?
Kalau rekayasa, apa yang sebetulnya mereka perhatikan? Binatang langka, koteka terbaru, atau buah merah?

Gambar aslinya dari sini.

12 Tanggapan ke “Suku Dani Pake Laptop: Rekayasa atau Sungguhan?”

  1. Wulansari Berkata:

    Jelas rekayasa! Mana bisa mereka pake laptop? Paling kerjaannya Sony untuk cari popularitas!

  2. dedi Berkata:

    ah..
    emang paling cuma rekyasa,klo beneran ngecargenya pake apa

  3. sars_darkness Berkata:

    yah…kalau orang masih normal ini mah ngliatnya jelas2 di rekayasa………………………

  4. noey'z Berkata:

    menurut saya itu hasil rekayasa

  5. noey'z Berkata:

    menurut saya itu hasil rekayasa itu hanya akal-akalan sony saja untuk mempromosikan laptop terbarunya

  6. ajus Berkata:

    yang pasti nya tuh ya,iya beneran lah kan dah tahun 20098,yang gak percaya KUNO woi

  7. reni Berkata:

    ya emang bener lah kalo ga ada listrik kan bisa standby namanya jg cuma photo kalo laptopnya mati yg penting dipoto dulu biar dunia melihat

  8. hany moniaga Berkata:

    Saya tidak tau foto tersebut dibuat oleh siapa, tapi ketika saya berkunjung ke desa Jiwika, Pak Yali menunjukkan Foto tersebut kepada saya, dan saya hanya tertawa saja. Kemudian Pak Yali masuk ke Honai (rumah suku orang dani) untuk mengambil Laptop dan menunjukkan kepada saya. saya sangat terkejut dan hampir tidak percaya…!!!??? dengan tangkas Pak yali menunjukkan keahliannya kepada saya. Mereka sama sekali tidak ketinggalan zaman, temen2 pasti tidak tau kalau mereka punya account facebook. mereka mengenal facebook pertama kali pada bulan Januari 2008 di jepang. Pak Yali (kepala suku, red.) pernah berkunjung ke jepang 2 kali, pada thn 2002 dan Januari 2008 (dibikinkan account FB dan di hadiahi sebuah laptop oleh pihak yang mengundang). Sepulang dari jepang, Pak yali sudah lihai ber cahtting ria dan dan upload foto2 sendiri. dan jangan heran, kalau pak Yali juga punya Blackberry. Pak Yali sangat rajin men’charge battre ke kota, kadang menyuruh Ordes (anak kesayangan) untuk ke Wamena hanya sekedar men’charge battre. Terakir kali saya ke suku Dani pada bulan juni 2008, Pak yali masih berkomunikasi dengan pihak Kebudayaan Jepang via Facebook. (di desa pak Yali hanya ada signal telkomsel). saya pernah mengantar Pak Yali ke Bank Mandiri di wamena, dan saya di mintaiin tolong Pak Yali untuk menuliskankan Formulir setoran, secara tidak sengaja saya melihat jumlah saldo yang ada di buku tabungan, dan saya sangat terperanjat ketika melihat jumlah saldo pak Yali, sejumlah angka yang sangat Fantastik Rp. 1.871.XXX,00 (hampir 2M). sekedar itu saja yang saya tau cerita di balik keterbelakagan suku dani yang tidak banyak diketauhi banyak orang. (Jiwika, Kurulu, Lembah Baliyem, Wamena, Papua).

  9. Anggia Budiarti Berkata:

    Menurut saya foto itu bukan rekayasa, sy setuju dengan pendapat Hany.
    Buat teman-teman yang melihat situs ini. perlu diketahui bahwa saudara kita di Lembah Baliyem sana tidak ketinggalan seperti yang Anda perkirakan.
    Sebagai Saudara kita yang jauh dipedalaman, saya salut dengan semangatnya yang ingin bersekolah.
    Mereka sanggup berjalan puluhan kilo hanya untuk bersekolah ke kota. Mereka sanggup hidup sengsara hanya untuk mendapat pendidikan di kota, tanpa biaya dari orang tuanya. Luar biasa….
    Saya merasa miris bila ada saudara saya yang mentertawakan kesederhanaan hidup mereka. Saudaraku Anda tidak tahu, dibalik kesederhanaannya ada jiwa yang besar.

  10. ikhsan Berkata:

    Bisa saja memang mereka menggunakan laptop, sekarang apa sih yang nggak bisa? Soal charge: mana tahu kita tentang kehidupan mereka?

  11. riezna Berkata:

    saya rasa sudah saatnya tekhnologi masuk ke pedalaman-pedalaman seperti suku dani tersebut….

  12. sherlly Berkata:

    ya………………..
    hanya rekayasa mana mungkin itu dapat terjadi apalagi itu kampung mungkin di kota wamena boleh

Tinggalkan Balasan