Jakarta Pusat adalah kota terbersih ketiga soal pencemaran udara? Ga salah nih? Waktu baca berita soal itu disini, tangan saia gatal untuk sekadar memberi catatan. Inti berita itu adalah, bahwa dari penelitian terhadap 12 kota di Indonesia soal kebersihan udara, hasilnya adalah lima kota terbersih, yaitu: Denpasar, Surabaya, Jakarta Pusat, Makassar dan Yogyakarta.
Saia wong ndeso, cuma pernah 3-4 kali ke Jakarta, tapi ga perlu orang Jakarta yang harus bilang bahwa kebersihan udara di Jakarta sudah amat sangat layak untuk dipertanyakan! Faktanya adalah, bahwa tahun-2006, di Jakarta setiap hari muncul 1.127 kendaraan baru, terdiri dari 891 motor dan 236 mobil, alias pertumbuhan jumlah kendaraan 9,5% per tahun. Walhi memprediksi, bila pertumbuhan kendaraan bermotor tersebut tetap segitu, dengan pertumbuhan rata-rata luas jalan tetap 0,01 persen per tahun, maka, luas kendaraan di jalan atau jumlah kendaraan akan sama dengan luas jalan di Jakarta.
Itu kota terbersih ketiga! Artinya, kota-kota lainnya lebih parah lagi. Jadi mengapa Program Langit Biru maksain banget untuk memberi kado penghargaan kepada Jakarta Pusat?
Yah, sama aja dong.
Jumlah kendaraan terdaftar di Polda Metro Jaya tahun 2007 sebesar 5.917.099 buah, dengan asumsi jumlah kendaraan di jalan 4.141.969 (70%) atau sama dengan luas kendaraan di jalan (m2) 27.896.161 dengan luas jalan (m2) 40.077.740. Jika hal itu terus dibiarkan, maka, pada tahun 2011 Kota Jakarta akan mengalami macet total karena luas kendaraan di jalan (m2) 40,105,222 sama dengan luas jalan (m2) 40,093,774 di Jakarta. Tahun 2011, 3 tahun lagi cing! Jumlah kendaraan, identik dengan polusi udara, identik dengan kehitaman langit, bukan birunya angkasa!
