Beranda » curhat » Ngisi Tinta di Veneta

Ngisi Tinta di Veneta


Tinta print Canon Pixma IP 1700 punya kantor sudah kosong sejak sebelum 1 Syawal lalu. Namun baru beberapa hari yang lalu, pasnya Kamis, 9 Oktober, aku nyempetin ke Solo untuk diisi. Sebelumnya kantor kami mengisi tinta dengan sistem tabung, harganya 200 ribu, yang memang cukup untuk ngeprint sekian ribu lembar. Namun 5 bulan kemudian, printer jadi bermasalah, diserpis ke Solo, dan selanjutnya tabung ga bisa dipasang lagi. Terpaksa deh pake cartridge biasa. Ngisinya, ya beli data print, suntik sendiri. Eh, ternyata setelah beberapa kali ngisi, cartridge rewel, harus beli lagi. Yang warna 200 ribu, yang item 170 ribu. Nah, biar awet, kata bos, ngisinya di veneta, selatan pasar kembang.

Aku ke Solo sudah sore, abis ashar. Dari Simo lewat Winong ke Colomadu, lurus lewat polres, stadion Manahan, nyabrang rel, belok kanan, kota barat, belok kiri jalan Slamet Riyadi, di depan SGM, terus lurus, belok kanan di Yos Sudarso, belok kanan lagi di Rajiman. Eh, ternyata pas belok kanan dari slamet riyadi tadi terlalu ke timur.

Nanya orang, beberapa meter lagi ternyata pasar kembang, di sebelah perempatan, kanan. Aku terus, nanya di mana jalan Honggowongso. Ternyata sudah lewat. Namun karena jalan satu arah, terpaksa muter dulu, di belakang Sriwedari. Sampai lagi deh di jalan Honggowongso. Tapi ternyata nomor 78 itu dealer honda. Aku nanya satpamnya, dimana yang 78G? Dia tunjukin, mungkin ruko-ruko itu. Aku terus aja, lewati pasar kembang, perempatan, dan ternyata benar ada Veneta di Honggowongso 78G. Ruko, yang lain ada toko kaset dan baju.

Aku masuk. Ruangannya bersih, rapi, berkaca. Tapi sepi pembeli, lebih banyak pegawainya. Aku serahkan cartridge P 40 dan 41 untuk diisi. Aku tunggu sambil baca brosur. Kata si brosur, tiap tahun dunia mengonsumsi 600 juta cartridge, dan cuma 5% yang didaurulang. Lainnya menjadi sampah nonorganik yang butuh ratusan tahun untuk membusuk, karena bahan bakunya dari plastik. Biar ga nambahin sampah, ngisi cartridge pake sistem veneta lah solusinya. Iya deh.

Sekitar 30 menit yang dibutuhkan untuk ngisi tinta. Mas teknisi yang tadi memperlihatkan hasil printnya. Woi, emang bagus dan jernih. Slogannya aja as good as original. Tapi kok mahal, yang warna 50 ribu yang item 30 ribu. Uang 80 ribu bisa beli 4 data print yang cukup untuk 7 kali ngisi! Aku tanya untuk ngisi toner laserjet HP 1020, katanya 250 ribu. Wah, padahal di SGM cuma 90 ribu. Murah di SGM sih, tapi hasilnya jadi item sebelah kiri kanan 5 cm, lebih jelek daripada fotokopi!

Setengah lima sore. Aku ke SGM, mau nonton Laskar Pelangi. Sayang tiket jam 18.00 abis, adanya jam 20.30 dan 21.00. Kelamaan. Muter-muter, ada jualan celana murah di lantai dasar. Aku beli cardinal (palsu kayaknya) 33, harganya 88 ribu potong separo. Beli buku di Karisma, yang diskon 70%.

Keluar pas Isya, gerimis. Sholat di masjid Kotabarat. Nekat sebentar. Gerimis makin besar. Istirahat dekat balai kota. Lanjutkan setelah gerimis tinggal separo.

About these ads

2 Komentar

  1. BolaNaga mengatakan:

    Kalo mo murah yaaa beli refill dan isi sendiri… la wonk gampang iki kok :)

  2. Iya klo mau murah mending isi sendiri, tunggu sampai mampet parah baru ke tempat refill. Atau klo mau lebih murah lagi printer bisa di infus.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 180,542 Kepala

Ziddu

Oktober 2008
M S S R K J S
« Agu   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: