Alumnus Mana Para Koruptor Itu?

Pesantren kembali diobok-obok. Setelah bom meledak di JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat (17-07-2009) lalu, spekulasi segera merebak bahwa pelakunya adalah teroris yang muslim. Para pengamat bilang jaringan teroris lama Nordin M Top paling dicurigai. Polisi melansir inisial “N”. Lalu diberitakan bahwa N itu adalah Nursahid atau Nursaid atau Nurhasbi. Namun dari pemeriksaan DNA terhadap keluarga mereka, diketahui bahwa dua mayat yang belum teridentifikasi dan dicurigai sebagai pelaku ternyata bukan N dan bukan Ibrahim (florist). Jadi, dimana N dan I dan siapa mayat itu?

Terhadap dua pertanyaan itu, biarlah aparat yang menjawab. Namun yang sangat saya sayangkan, ketika merebak spekulasi bahwa pelakunya adalah N, segera ditelusuri darimana N pernah belajar agama. Lalu diketahui bahwa N pernah belajar di Pesantren Ngruki pimpinan Abu Bakar Baasyir. Dia seangkatan dengan Asmar Latin Sani. Semula para pimpinan pondok tidak mengakui karena N dianggap murid biasa-biasa saja sehingga mereka tidak begitu mengenalnya.

Catat ini: meski N baru diduga pelaku, ternyata sudah diobok-obok tempat dia belajar sebelumnya. Padahal dia sudah bertahun-tahun meninggalkan Ngruki dan tentu saja perbuatannya adalah tanggung jawab pribadi, tidak ada hubungannya dengan pondok. Tetapi stigma bahwa pondok ini melahirkan teroris terlanjur disematkan.

Padahal ada kejahatan lain yang daya rusaknya tidak kalah hebat: korupsi. Tetapi ketika seorang koruptor ditangkap dan divonis, apakah media massa mengangkat darimana dia kuliah? Darimana dia mendapatkan gelar? Contoh ringan: apakah anda tahu dimana besan SBY Aulia Pohan kuliah? Anda tahu lulusan mana Rokhmin Dahuri? Rahardi Ramelan? Mengapa media tidak mengobok-obok tempat mereka dulu pernah belajar, menanyai rektor dan dosen mengapa mempunyai alumnus yang koruptor?

Jadi yang adil saja: kalo pesantren tempat pelaku teror terus diumbar, ekspose juga dong dimana para koruptor dulu “ngaji”. Berani?

4 Tanggapan ke “Alumnus Mana Para Koruptor Itu?”

  1. sunarnosahlan Berkata:

    itulah pokok permasalahannya, kambing hitam itu untuk label teroris, tukang bom

  2. sugeng Berkata:

    memang kok pak harusnya keadilan itu ditegakan, memang teroris itu merugikan, tapi masih merugikan mana sama koruptor?

  3. Bisnis Internet Berkata:

    ya itulah ciri khas orang indo yang susah dihilangkan namanya juga UUD (ujung ujung nya duit ) bisnis internet

  4. Ihza Berkata:

    betul.sy dukng.krn sy alumni pesantren.bantai teroris.tapi bantai juga koruptor.

Tinggalkan Balasan