Juni 29, 2008

Malam nanti adalah puncak perhelatan Piala Eropa 2008, pertemuan dua kubu kekuatan Eropa: Jerman Der Panzer melawan Matador Spanyol. Siapa menang?
Jerman Lebih Mengkilap, tapi Spanyol Lebih Konsisten
Dilihat dari prestasi, Jerman lebih mengkilap. Mereka tiga kali juara Eropa (1972, 1980, dan 1996) dan tiga kali juara dunia (1954, 1974 dan 1990), sedangkan Spanyol baru sekali juara Eropa, tahun 1964 ketika mengalahkan Rusia 2:1 di Spanyol. Namun pada perhelatan kali ini, Spanyol lebih jaya, mereka satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Mengandaskan Rusia 4:1, menekuk Swedia 2:1, mengalahkan Yunani 2:1, mengalahkan Italia 4:2 lewat adu penalti dan akhirnya memulangkan Rusia dengan skor 3:0. Jerman agak payah. Setelah menang 2:0 atas Polandia di pertandingan pertama, dikalahkan Kroasia 1:2, menang atas Austria 1:0, menang lagi atas Portugal 2:0 dan mengkanvaskan Turki 3:2. Statistik golnya adalah 10:6 untuk Jerman dan 11:3 (diluar adu penalti) untuk Spanyol, Jerman kelebihan 4 gol dan Spanyol 8 gol.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Euro 2008, Opini, pura-pura news | Ditandai: austria, cesc fabregas, Euro 2008, final euro 2008, jerman, jerman vs spanyol, joachim loew, juara eropa 2008, luis aragones, michael ballack, piala eropa, piala eropa 2008, ramalan euro 2008, ramalan final euro 2008, roberto rosetti, sepakbola, spanyol, wina |
Permalink
Ditulis oleh Nurum Mukharum
Juni 26, 2008
Meski gagal melewati Jerman di semifinal, Turki tetap tim pilihan saya! Mereka mendominasi sepanjang babak pertama, melahirkan gol lebih dulu di menit 22 lewat Ugur Boral, disamakan 4 menit kemudian oleh Bastian Schweinsteiger, agak kedodoran di babak kedua, tertinggal 1:2 oleh gol Klose, Semih Senturk berhasil menyamakan 2:2 dan akhirnya Lahm membungkam pasukan Fetih Terim di menit 90. Sebetulnya ada satu peluang terakhir di injury time, tapi bola gagal menaklukkan Jens Lehmann. Turki kalah 2:3 dan harus angkat koper.
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Euro 2008, Opini, pura-pura news | Ditandai: Euro 2008, jerman, semifinal euro 2008, turki |
Permalink
Ditulis oleh Nurum Mukharum
Juni 21, 2008

Setelah melalui empat pertandingan menghadapi tim-tim besar, tak pelak lagi saya menjagokan Turki untuk sampai ke final. Turki terbukti tidak kenal menyerah sampai detik terakhir. Di pertandingan terakhir grup, setelah tertinggal 0-2 melawan Republik Ceko, Turki membalas dengan tiga gol pada 15 menit terakhir, sekaligus meraih tiket terakhir ke perempat final. Dan tadi malam melawan Kroasia, Turki berbalik unggul dalam adu penalti setelah bermain imbang 1:1 dalam 120 menit pertandingan.
Perlu diingat, tadi malam Kroasia lebih bugar, pasukannya lebih komplet dan lebih banyak menekan. Namun mereka gagal menjebol gawang Rustu hingga menit ke-119 ketika Ivan Klasnic berhasil memanfaatkan blunder kiper pengganti Demirel tersebut. Saat mereka sudah berpikir akan menang, Semih Senturk berhasil memperdaya kiper Stipe Pletikosa untuk menyamakan kedudukan. Dan di drama adu penalti, dari empat penendang Kroasia, hanya satu yang berhasil, dua melenceng dan satu penendang terakhir berhasil digagalkan Rustu. Sedangkan tiga algojo Turki mampu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Euro 2008, Opini | Ditandai: Euro 2008, ramalan euro 2008, turki juara |
Permalink
Ditulis oleh Nurum Mukharum
Juni 7, 2008
“Pertarungan” Roy Suryo versus Deddy Corbuzier memasuki babak baru. Kemarin (6 Juni) Deddy sudah mengaku bahwa tebakan yang ia pasang memang benar sebuah skor pertandingan Euro 2008. Ini persis tebakan Roy Suryo yang mengatakannya beberapa jam sebelumnya.
Meski mengakui kebenaran tebakan Roy, anehnya Deddy tetap saja meneruskan aksinya. Ia sudah memasangnya pada kotak yang disegel dan dijaga aparat keamanan di sebuah mall. Ia bersikukuh akan membukanya pada 30 Juni, ketika perhelatan Euro 2008 sudah usai dan siapa juaranya sudah diketahui.
Ini mengulangi aksinya pada tahun 2003, ketika ia dengan tepat menebak tajuk rencana harian Kompas. Ia membukanya juga setelah koran itu terbit dan orang kagum pada kepandaiannya menebak. Tapi tidak Roy Suryo. Ia bilang itu hanya trik sulap, mengganti isi kaset dengan yang baru sambil santai membaca koran.
Memang, apa enak dan menegangkannya meramal apa yang sudah terjadi? Meramal masa lalu bukan hal yang patut diacungi jempol. Yang dilakukan Deddy hanya menunggu sebuah peristiwa terjadi lalu ia mengatakannya seolah-olah sudah jauh-jauh hari ia tahu. Padahal sama seperti orang biasa lainnya, ia baru tahu setelah koran itu terbit, ia pun baru tahu siapa juara Euro 2008 nanti pada tanggal 30 Juni nanti, bukan sekarang ini! Namun orang terpaku pada media yang seolah-olah memuat ramalannya, yang dijaga polisi, yang digembar-gemborkan media massa, padahal isinya mungkin saja kosong!!!
Jadi kalau Deddy mau memperbaiki reputasinya, seharusnya ia berani membuka kotak itu saja sekarang juga. Sekarang! Jadi orang-orang tahu apakah ada isinya dan apakah isinya sebuah ramalan skor pertandingan Euro 2008 yang akan terjadi nanti. Lalu pemirsa bisa mengeceknya nanti sesudah kenyataannya benar-benar terjadi. Itu baru ramalan, bukan cuma permainan mengalihkan isu!
Bagaimana Om Deddy, berani?
Leave a Comment » |
Euro 2008, Opini | Ditandai: deddy corbuzier, Euro 2008, juara euro 2008, Opini, roy suryo |
Permalink
Ditulis oleh Nurum Mukharum