Era Banjir Informasi, Tidak Tahu Lagi Darimana Menulis Bermula
Juni 6, 2009Di bulan Juni ini saya sudah memposting 4 tulisan, dua tulisan tentang Prita, satu tulisan tentang tulisan yang hilang dan tulisan tidak penting. Tapi terakhir saya menulis hari Rabu lalu, jadi sudah libur dua hari. Mungkin tidak terlalu lama, tapi saya sudah melanggar disiplin tidak tertulis bahwa saya akan menulis minimal satu setiap hari. Apakah tidak ada ide?
Baca entri selengkapnya »
Janji
April 11, 2009Partai Demokrat versi Indonesia mengekor kesuksesan Partai Demokratnya AS. Tidak setelak kemenangan Obama memang, tapi ini sebuah fenomena yang layak diperhatikan. Setelah masa Orde Baru, dimana Golkar otomatis menang dengan 70% lebih suara, pemilu berikutnya seperti juara Liga Indonesia: tak ada juara yang mampu menggenggam piala dua kali.
Baca entri selengkapnya »
Pedoman Guru Memukul Murid
Desember 16, 2008Bolehkah seorang guru memukul muridnya? Meskipun untuk mendidik?
Pertanyaan ini menggelitik hari-hari ini, seiring gencarnya pemberitaan bahwa ada seorang guru matematika (guru, benar-benar guru, bukan oknum), yang memukul siswanya di Gorontalo (?). Sebetulnya kejadiannya sudah sebulan yang lalu, dan mungkin sudah dilupakan, tapi mencuat lagi gara-gara videonya ditayangkan terus menerus oleh stasiun televisi. Guru tersebut, kabarnya dipindahkan ke lain sekolah. Yang menggelitik saya adalah, apakah boleh seorang guru memukul muridnya? Saya kok berpendapat boleh-boleh saja. Alasannya?
Baca entri selengkapnya »
Iklan Politik PKS (Partai Kurang Self-Confidence?)
November 16, 2008Saia ga sempat nonton iklan politik PKS di televisi. Ga tahu kapan ditayangkan, di stasiun televisi mana, jam berapa, isinya apa. Saia jarang nonton teve, tadi malam sempet nonton Arsenal versus Aston Villa, sayang the Gunners kalah. Dan kayaknya ga ada iklan PKS.
Tapi saya menjumpainya di Youtube. Alamatnya http://www.youtube.com/watch?v=of7SOPsfEyk. Durasi 30 detik, besar file 1,2 MB (low quality). Saia download dan saia putar.
Kita mulai dari isi secara sinematografi (mode sok tahu:on). Menurut saia, ini iklan politik yang amatir dan tidak berkualitas. Isinya cuma gambar-gambar para pahlawan, yaitu Soekarno, Soeharto, M Natsir, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Ashari, Muh Hatta, Jenderal Sudirman dan Bung Tomo. Lalu disusul suara seorang lelaki yang dengan lantang memberi semangat para penonton dengan suara yang berapi-api, benar-benar berapi-api. Kata-katanya antara lain: “mereka sudah lakukan apa yang mereka bisa, mereka sudah beri apa yang mereka punya, mereka guru bangsa kita, mereka pahlawan kita, mereka motivator kita, mereka ilham bagi masa depan kita. Terima kasih guru bangsa, terima kasih pahlawan, kami akan melanjutkan langkah bersama pks untuk Indonesia sejahtera.”
Baca entri selengkapnya »
Situs ArRahmah.com: Antara Detikinet dan News Okezone
November 11, 2008Masih sibuk ngomongin Amrozi cs? Sudahlah, yang sudah meninggal ga usah diributin lagi. Yang sudah meninggal sudah putus amalnya. Apakah mereka bertiga tergolong mati syahid atau tidak? Wallahu a’lam. Apakah mereka bertiga masuk surga? Wallahu a’lam. Itu bukan urusan kita.
Tapi masih ada beberapa cerita tersisa dibalik eksekusi tiga terpidana mati Bom Bali tersebut, saya ambil satu contoh saja adalah meledaknya hits kunjungan situs ArRahmah.com. Sekadar info awal, inilah situs yang menampilkan foto jenazah Imam Samudera close up kepalanya terbungkus kain kafan dan sedang menoleh ke kanan. Situs ini juga menampilkan kesaksian keluarga Imam Samudera yang melihat tiga burung hitam melayang-layang di seputar desa mereka sewaktu prosesi pemakamam Imam. Berita-berita lainnya seputar Imam Samudera cs bernada mendukung “perjuangan” mereka. Situs tersebut akhirnya jebol setelah overload menerima kunjungan banyak orang.
Namun yang menarik adalah berita tentang situs ArRahmah.com dari Detikinet dan News Okezone. Ada perbedaan menarik dari keduanya:
1. Detikinet tidak berani menampilkan foto jenazah Imam Samudera. Ia hanya menampilkan ketiga terpidana mati ketika masih hidup. Screenshot situs ArRahmah juga hanya atasnya yang keliatan, tengah ke bawah nggak keliatan.
Sedangkan News Okezone berani menampilkan foto close up tersebut, hanya saja wajahnya disamarkan (blur) dan fotonya kecil, tidak sebesar foto aslinya.
Kalo Cuma 500 Perak, Mending Premium Ga Usah Turun!
November 7, 2008Mungkin baru kali ini pemerintah kita berani menurunkan harga bahan bakar minyak (CMIIW). Baru Mei lalu (?) premium naek dari 4000 menjadi 6000, sekarang gara-gara harga minyak dunia sekitar 63 dolar per barel, premium diturunkan dari 6000 menjadi 5500 rupiah, alias turun 500 perak per liter. Harga baru berlaku per 1 Desember 2008. Sri Mulyani bilang nanti harga akan terus dikoreksi per bulan.
Pertanyaannya: apakah penurunan 500 perak per liter cukup signifikan agar dirasakan masyarakat Indonesia?
Jawaban saya: TIDAK!
Alasannya (mode sok tahu plus ndeso: ON):
1. Premium adalah bahan bakar yang dipakai roda dua dan sebagian roda empat, dan sebagian besar untuk kendaraan pribadi. Sedangkan kendaraan umum dan berat lainnya sebagian besar menggunakan solar. Mesin-mesin industri dan kapal juga menggunakan solar. Solar tidak turun. Untuk bebek misalnya, dengan 6000 per liter bisa menempuh jarak taruhlah 40 km, jadi Rp 600 per 4 km. Kalo cuma ngurangi 500 berarti sekitar 3 km lebih. Tidak siginifikan untuk kendaraan roda dua!
Baca entri selengkapnya »
Mengapa Kalian Ingin Memisahkan Kami? Cerita Cinta Syekh Puji-Lutfiana Ulfa
November 6, 2008Sejak beredar kabar pernikahan miliarder asal Bedono, Jambu, Semarang Syekh Puji dengan gadis kelas 2 SMP, Lutfiana Ulfa, saia termasuk yang gatal ingin menulis komentar. Tidak jauh-jauh, nadanya tentu mengritik, menghujat, menyalahkan, dan mendorong tuntutan hukum terhadap pemilik pesantren dan pengusaha umur 47 tahun itu. Judulnya sudah ada di kepala, misalnya: Syekh Puji, Kali Ini Anda Kurang Terpuji.
Tapi niat itu tertunda.
Ketika lalu Kak Seto datang dan memberi “tausiah” kepada Syekh Puji dan terdengar kabar Syekh Puji mau membatalkan pernikahannya, sudah ada judul baru di kepala. Seperti: Syekh Puji Takluk Di Hadapan Kak Seto. Namun kemudian ternyata berita itu tidak benar, Syekh Puji tidak ingin menceraikan isteri keduanya.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh cahayasura
Ditulis oleh cahayasura
Ditulis oleh cahayasura 