Beranda » Euro 2008 » Adu Banteng dan Panser: Final Euro 2008

Adu Banteng dan Panser: Final Euro 2008


Malam nanti adalah puncak perhelatan Piala Eropa 2008, pertemuan dua kubu kekuatan Eropa: Jerman Der Panzer melawan Matador Spanyol. Siapa menang?

Jerman Lebih Mengkilap, tapi Spanyol Lebih Konsisten
Dilihat dari prestasi, Jerman lebih mengkilap. Mereka tiga kali juara Eropa (1972, 1980, dan 1996) dan tiga kali juara dunia (1954, 1974 dan 1990), sedangkan Spanyol baru sekali juara Eropa, tahun 1964 ketika mengalahkan Rusia 2:1 di Spanyol. Namun pada perhelatan kali ini, Spanyol lebih jaya, mereka satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Mengandaskan Rusia 4:1, menekuk Swedia 2:1, mengalahkan Yunani 2:1, mengalahkan Italia 4:2 lewat adu penalti dan akhirnya memulangkan Rusia dengan skor 3:0. Jerman agak payah. Setelah menang 2:0 atas Polandia di pertandingan pertama, dikalahkan Kroasia 1:2, menang atas Austria 1:0, menang lagi atas Portugal 2:0 dan mengkanvaskan Turki 3:2. Statistik golnya adalah 10:6 untuk Jerman dan 11:3 (diluar adu penalti) untuk Spanyol, Jerman kelebihan 4 gol dan Spanyol 8 gol.

Pasukan Jerman kali ini didominasi pemain tua. Sebagian besar adalah pemain yang juga bermain di Piala Dunia 2006. Pasukan tuanya antara lain Michael Ballack (31 tahun), Jens Lehmann (38), Torsten Frings (31), Miroslav Klose (30), Arne Friedrich (29), Metzelder (27).
Sedangkan pasukan Loe Aragones campuran pemain tua dan pemain muda. Tim tua hanya Joan Capdevila (30), Marcos Senna (31), Carlos Puyol (30), Carlos Marchena (28), Xavi Hernandez (28), Iker Casillas (27), selebihnya pemain muda seperti Sergio Ramos (22), Andres Iniesta (24), David Silva (22), Fernando Torres (24) dan Cesc Fabregas (22).
Kesamaan kedua tim hanyalah bahwa sebagian pasukan merumput di liga lokal, pasukan Joachim Loew banyak berkiprah di Bundesliga dan skuad Luis Aragones banyak merumput di La Liga. Banyak yang menempatkan kualitas La Liga diatas Bundesliga, termasuk saya.

Joachiem Loew vs Luis Aragones
Pertarungan kedua raksasa ini juga merupakan pertarungan pelatih mereka, Joachim Loew dan Luis Aragones. Loew pernah melatih VfB Stuttgart dan Fenerbahce. Ia menukangi Der Panzer selepas ditinggalkan Juergen Klinsmann usai Piala Dunia 2006. Sepak terjangnya sejauh ini tidak mengecewakan DFB, PSSI-nya Jerman. Namun ia belum pernah meraih titel internasional. Bila ia berhasil malam nanti, maka ia akan menjadi pelatih ke-4 yang membawa Jerman juara Eropa, menyusul Helmut Schoen (juara Eropa 1976), Jupp Derwall (1980) dan Berti Vogts (1996).

Loew seorang pekerja keras, pendiam dan lebih tenang. Aragones lebih keras kepala, suka kontroversi dan ogah dikritik. Tapi jangan lupa, Aragones seorang motivator ulung. Usianya juga lumayan tua, 70 tahun, jauh lebih tua daripada Loew yang baru 48 tahun. Ia pernah melatih Atletico Madrid dan Barcelona, tapi baru sekarang menukangi timnas.

Strategi
Loew mungkin akan mempertahankan skema 4-5-1. Ia akan membiarkan Klose sendirian di depan dan didukung lima pemain gelandang. Kalau Ballack dimainkan, ia akan diplot sebagai pemain jangkar. Pola ini

Sementara Aragones kemungkinan mengusung pola 4-4-1-1, menyusul cederanya David Villa yang besar kemungkinan tidak diturunkan. Villa yang sudah mengemas 4 gol dan menjadi top skor di Euro 2008 ini akan digantikan oleh Cesc Fabregas yang tampil memikat di laga sebelumnya. Fabregas akan melapis Fernando Torres yang dipasang di depan. Skema ini pernah diusung Italia di Piala Dunia 2006 dan Yunani ketika menjuarai Eropa 2004.

Kekuatan Jerman adalah mental juara yang mulai bangkit kembali setelah agak terseok di penyisihan grup dan kekuatan fisik yang prima. Sedangkan Spanyol lebih mengandalkan kebersamaan dan kekompakan tim. Soal teknik individu, kedua tim sama-sama jago dan sekelas.

Sejarah Pertemuan
Sejak tahun 1935, kedua tim telah bertemu 10 kali, Spanyol menang 3 kali, Jerman (Barat) menang 4 kali dan seri 3 kali. Di event besar, Jerman pernah mengalahkan Spanyol 2:1 di Piala Dunia 1966 di Birmingham dan bermain imbang 1:1 di kualifikasi Euro 1976 di Madrid. Selebihnya hanya pertandingan persahabatan. Skor gol adalah 13:12 untuk Jerman.

Tempat Laga Final
Laga final Euro 2008 ini akan diselenggarakan di Stadion Ernst Happe Wina, Austria, pukul 01.00 Senen dinihari nanti (30 Juni). Stadion ini dibangun sejak tahun 1928 dan baru diresmikan tanggal 11 Juli 1931 ini. Saat itu stadion tersebut menjadi stadion yang paling megah, mewah, modern dan salah satu yang terbaik di dunia. Setelah mengalami beberapa kali renovasi, stadion ini memiliki kapasitas 50.865 penonton. Oleh UEFA, stadion ini masuk kategori bintang lima alias bisa disejajarkan dengan stadion-stadion raksasa lain di dunia. Ia menjadi markas tim nasional Austria dan markas klub Rapid Wina.

Sebelum bernama Ernst Happel, stadion ini bernama Prater Stadium. Ia berganti nama pada tahun 1992 untuk mengenang jasa Ernst Happel, pemain timnas Austria dan pelatih legendaris asal yang meninggal pada tahun tersebut. Pernah dirobohkan tahun 1929 dan dibangun ulang serta dibuka kembali pada 1931. Arsitek stadion terbesar di Austria ini berasal dari Jerman, Otto Ernst Schweizer. Menjelang Piala Eropa 2008, stadion tersebut dirombak dengan menghabiskan biaya 57,9 juta dolar. Sebelumnya, pernah digelar lima partai final Liga Champions disini, terakhir tahun 1995 ketika Ajax Amsterdam mengalahkan AC Milan 1:0.

Wasit

Wasitnya adalah Roberto Rosetti dari Italia. Ia dibantu oleh Alessandro Griselli dan Paolo Calcagno, keduanya dari Italia dan wasit cadangan Peter Frojdfeldt dari Swedia. Rosetti juga mewasiti laga pembuka antara Swiss melawan Ceko, mewasiti Yunani melawan Rusia dan Kroasia vs Turki di perempat final. Ia lahir tahun 1967 dan menjadi wasit sejak tahun 1983 dan resmi masuk serie A tahun 1996. Tahun 2002 ia mengantongi sertifikat FIFA yang mengizinkannya mewasiti pertandingan-pertandingan internasional. Ia fasih berbahasa Italia, Inggris dan Prancis. Apakah ia akan bertindak adil kali ini? Kita tunggu saja.

Ada persoalan lain yang membayangi laga final nanti, tidak lain adalah badai yang sudah turun dalam beberapa hari ini. Ketika Turki lawan Jerman, kita tahu, badai telah mengganggu siaran televisi. Badai kali ini masih bisa turun. Andai begitu, semoga panitia sudah mengantisipasi dengan benar dan tayangan langsung tidak terganggu.

Prediksi Saya
Setelah jagoan saya Turki dipulangkan Jerman, saya harus balas dendam! Jerman harus juga pulang dengan tangan hampa. Apalagi ada “musuh” si Ballack. Sebetulnya bukan musuh, tapi karena ia bermain di Chelsea sedangkan Chelsea musuh tim favorit saya Arsenal, maka ia termasuk lawan. Meski di Jerman ada Jens Lehmann juga, mantan kiper Arsenal. Hiks hiks. Sementara di Spanyol ada Fabregas. He..he… Jadi ini sangat subjektif. Saya pilih Spanyol. Lagian Jerman udah kenyang jadi juara, kali ini giliran Spanyol.

Skornya? 2:0 untuk Spanyol!
Ayo Matador, seruduk saja Panser itu, biar mengaduh sampai gaduh!


3 Komentar

  1. Alfasera mengatakan:

    Biar ngeblog kita sambil menghasilkan duit gabung yu di alfasera.wordpress.com lumayan buat nambah jajan kita.dan dapatkan sarana buat belajar jadi marketing di http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=813966

  2. djunaedird mengatakan:

    Saya jagokan Spanyol😛

  3. cahayasura mengatakan:

    HOree, Spanyol menang 1:0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Juni 2008
M S S R K J S
    Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: