Beranda » Opini » Inilah Sepuluh Calon Pemimpin Jawa Timur 2008

Inilah Sepuluh Calon Pemimpin Jawa Timur 2008

Ketika menggarap tulisan ini, beberapa kali saia membatin, betapa tingginya syahwat berkuasa arek-arek brang wetan ini. Ada yang nawar-nawarin diri mencari dukungan parpol, ada yang ngambek dari parpol aslinya dan membelot, ada pula organisasi yang over konfiden dengan menggelontorkan kader-kadernya.

Jawa Timur memang propinsi yang menarik. Luasnya hampir 48 ribu kilometer persegi dan penduduknya 37 juta lebih. Mempunyai 29 kabupaten dan 9 kota, sebagai yang terbesar di seluruh Indonesia. Merupakan titik sentral pengembangan kawasan Indonesia Timur. Beribukota di Surabaya, kota terbesar kedua setelah Jakarta.

Sebagai yang punya gawe, KPUD Jawa Timur telah menetapkan lima pasang calon gubernur-wakil gubernur Jawa Timur pada Juni lalu. Mereka adalah Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam), Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa), Soejtipto-Ridwan Hisjam (SR), Achmady-Soehartono (Achsan). Ketetapan ini dituangkan dalam SK KPU nomor 821.1/70/KPU-Jtm/VI/2008 yang ditandatangani oleh lima anggota KPU.

PARTAI PENDUKUNG

Kelima pasang calon diajukan secara resmi oleh satu atau gabungan partai politik. Berikut daftarnya:

Calon Partai Pendukung Persentase
Kaji PPP, PPNU, PNI Marhain, Partai Merdeka, Partai Pelopor, Partai PIB, PNBK, PKPI, PBR, PDS, PKPB, Partai Patriot Pancasila 16.72
Salam Partai Golkar 15.00
Karsa Partai Demokrat dan PAN, serta PKS tidak resmi 17
SR PDI P 24
Achsan PKB 31

KEKAYAAN

Para kandidat merupakan orang-orang kaya. Yang paling miskin pun masih punya harta lebih dari satu miliar. Berikut daftarnya (diurutkan paling kaya):

No Nama Kekayaan Pekerjaan
1 Ridwan Hisjam Rp 15,159,985,000 Wakil Ketua DPRD Jatim
2 Soenarjo Rp 10.980.358.617 Wagub Jatim
3 Soekarwo Rp 9.200.752.000 Sekdaprov Jatim
4 Sutjipto Rp 7.993.875.420 Anggota DPR RI
5 Mudjiono Rp 7,731,268,277 Kasdam V Braw
6 Saifullah Yusuf Rp 6.012.989.500 Wiraswasta
7 Ali Maschan Moesa Rp 5.614.323.626 Ketua PWNU Jatim
8 Achmady Rp 4.218.173.474 Bupati Mojokerto
9 Khofifah Indar Parawansa Rp 3.629.852.228 Anggota DPR RI
10 Suhartono Rp 1.693.469.000 Kasdam Braw V Jatim

Total semuanya Rp 68,6 miliar.

(Soal adanya harta mencurigakan silakan baca disini).

SURVEI

Harap hati-hati: survei tidak selamanya benar. Namanya juga manusia dan survei butuh dana. Mungkin saja ada yang tega membiayai mereka untuk memperoleh hasil survei yang menenangkan dirinya, sehingga hasilnya tidak murni lagi. BTW, apapun itu, survei menjadi bagian menarik dalam pilkada di Indonesia.

Pusat Kajian Kebijakan dan Pengembangan Strategis (Puskaptis) telah dua kali mengadakan jajak pendapat tentang popularitas para calon gubernur Jawa Timur. Yang pertama tanggal 5-15 Mei 2008 dan kedua tanggal 8-18 Juni 2008. Hasilnya, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) masih kukuh sebagai jawara. Karsa mendominasi mayoritas daerah pemilihan hingga 60-70%. Berikut hasil selengkapnya:

Calon Daerah Kemenangan Mei 2008 Juni 2008
Karsa 17 menjadi 27 20,79% 27,73%
Kaji 3 menjadi 9, yaitu dari Surabaya, Kediri, dan Probolinggo menjadi Kabupaten Blitar, Jember, Kediri, Pamekasan, Pasuruan, Sidoarjo, Kota Blitar, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya 8,68% 17,19%
Salam Masih punya suara di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kota Batu, dan Kota Surabaya 17,11% 15,96%
Achsan dari 7 menjadi 1, yaitu di Mojokerto doang 19,21% 6,14%
SR dari unggul di 7 wilayah menjadi 2 saja 17,37% 8,42%

Sumber: Okezone, Pemilu Online dan GP Ansor.

Situs surabaya.detik.com juga mengadakan polling online. Sampai hari Sabtu 5 Juli pukul 14.00 telah terjaring 3365 suara untuk lima kandidat. Pasangan Karsa meraih tempat pertama disusul SR. Hasil selengkapnya adalah sebagai berikut:

Kandidat Suara Persentase
Karsa 1707 50.73
SR 1408 41.84
Kaji 131 3.89
Salam 66a 1.96
Achsan 53 1.58

Sumber: Detik Surabaya.

KEPADA SIAPA NU BERPIHAK

NU tidak pelak lagi merupakan organisasi paling dihormati di Jawa Timur. Sekitar 45% warganya mengaku orang NU. PKB yang merepresentasikan suara warga NU pada Pemilu 1999 meraih 35 kursi di DPRD Jatim dan 34 kursi pada Pemilu 2004. NU juga menyumbang 8 kursi PPP pada Pemilu 2004 di DPRD Jatim dan partai lain.

Ada empat kader NU dalam bursa calon:
1. Ali Maschan Moesa, ketua PWNU Jawa Timur
2. Achmady, diusung oleh PKB
3. Khofifah, Ketua Umum Muslimat NU
4. Syaifullah Yusuf, Ketua Umum GP Ansor

Semula PDI Perjuangan berminat menggandeng kader NU namun tidak jadi dan akhirnya Sutjipto menggandeng kader Partai Golkar, Ridwan Hisyam.

Laris manisnya kader NU membuatnya umatnya harus berpikir berulang kali untuk menjatuhkan pilihan: apakah mereka sekadar dijadikan kendaraan lalu dilupakan setelah si pengendara sampai di tujuan? Ataukah para calon tersebut benar-benar memperhatikan aspirasi dan kepentingan mereka?

Jangankan di tingkat bawah, para tokoh NU sendiri tidak seia sekata menentukan pilihan. Gus Dur menjagokan Achmady, Salahuddin Wahid mendukung Ali Maschan, Lili Wahid condong ke Khofifah, KH Abdullah Schaal mendukung Karsa, sedangkan KH Fuad Amin Imron mendukung Achmady. Pesantren terbesar di Kabupaten Pasuruan, Pondok Pesantren Sidogiri, juga terbelah. Sebagian mendukung Karsa, sebagian lagi mendukung Soenaryo-Ali Maschan.

Potensi pilkada untuk membuat NU terpecah belah inilah yang pernah mendorong KH Hasyim Muzadi untuk mengusulkan agar kepala daerah kembali dipilih DPRD.

Sumber: Kompas

SIPIL ATAU MILITER

Hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pengembangan Strategis (Puskaptis) pada 5–15 Mei 2008 lalu menyatakan, bahwa 32,37% responden lebih menyukai calon gubernur berlatar belakang birokrasi pengalaman/sipil ketimbang militer. Cagub dari tokoh partai dipilih oleh 21,40% responden, dan sisanya memilih tokoh masyarakat.

Untuk wagub, sebanyak 31,05% responden memilih calon yang berlatar belakang birokrasi pengalaman, 24,65% memilih dari tokoh partai dan sisanya 21,23% memilih calon yang berasal dari kalangan tokoh masyarakat.

Sekitar 26,67% responden masih mengharapkan seorang calon pemimpin yang berlatar belakang militer dan 23,07% untuk posisi wakil gubernur dari militer.

Duet ideal sipil-sipil dipiilh oleh 35,44% responden, sipil-militer memperoleh 25% suara, sipil-militer 21,05%, dan militer-militer 18,51%.

Sumber: Pemilu Online.

PROFIL

Profil mereka adalah sebagai berikut:

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah lahir tanggal 19 Mei 1965 di Surabaya. Ia menikah dengan Indar Parawansa dan mempunyai empat orang anak. Sekarang tinggal di Jalan Jemur Wonosari Gg. Lebar No. 64 RT. 007 RW. 005 Kec. Wonocolo Surabaya. Pekerjaan terakhir adalah Anggota DPR RI.

Ia lulus SD-SMA di Surabaya, lalu melanjutkan S-1 di Universitas Airlangga Surabaya (1984- 1991), STID Taruna Surabaya (1984-1989), S-2 FISIP UI Jakarta (1993-1997).

Ia menjadi anggota DPR sejak tahun 1992 dari PPP, lalu tahun 1999 dari PKB. Ia menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN 1999-2001 di zaman Gus Dur, Ketua Komisi VI DPR (2004-2005), Ketua FKB MPR RI (2004-2006), Wakil Ketua Tim Sosialisasi UUD 1945/Tap MPR (2004-2006) dan Anggota Komisi VII DPR RI (2006-sekarang).

Sumber: KPU Jatim

MUDJIONO

Mudjiono lahir tanggal 10 April 1951 di Yogyakarta. Ia menikah dengan Sirojun Nuroniyah dan dikaruniai dua orang anak. Sekarang tinggal di Jalan Darmo Permai Timur IV No. 27-29 Surabaya.

Ia sekolah di SR-SMA di Bantul. Lalu masuk AKABRI tahun 1972 dan lulus 1975. Karier militernya dimulai di Kodam Pattimura, lalu berlanjut ke Trikora, AKMIL, Diponegoro, Udayana, Kostrad, Sriwijaya, Mabesad, dan terakhir menjabat Kasdam Brawijaya (2005-2008 ).

Selain karier militer, ia juga pernah mengetuai PSSI Lampung (1999-2002), Pengda INKAI (1999-2002) dan Pengda Perbakin Jawa Timur (2005-2008 ).

SUTJIPTO

Ir. Sutjipto lahir tanggal 13 Agustus 1945 di Trenggalek. Ia menikah dengan Ir. Hj. Sudjamik, MM dan dikaruniai tiga orang anak. Sekarang tinggal di Jalan Pakis Tirtosari 18 Surabaya. Pekerjaan terakhir adalah anggota DPR RI.

Ia sekolah SD dan SMP di Trenggalek, SMA N 1 Kediri dan S-1 di ITS (1965-1978).

Di bangku sekolah ia sudah aktif di GSNI Kediri (1964-1965) dan GMNI Jawa Timur (1965-1971). Ia sempat menjadi Bendahara PDI Jawa Timur (1986-1993), Ketua DPD PDI Pro Mega (1994-1997) dan akhirnya sepuluh tahun menjadi Sekjen PDI P (1998-2008 ).

Di bidang teknik ia menjadi pemegang 4 hak paten sejak tahun 1980, yaitu pondasi sarang laba-laba, jalan raya margaton, bangunan tinggi kalista dan bangunan dermaga sistem BOM. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama Kontraktor PT. Tata Bumi Raya (1981-sekarang), Dosen Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 dan Universitas Bhayangkara Surabaya (1985-1992), Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI (1992-1997, 1999-2004, 2004-sekarang), Wakil Ketua MPR RI (2001-2004), Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Dalam Negeri (2005-sekarang) dan Ketua Dewan Pembina Universitas 17 Agustus 1945 (2007-sekarang).

Sumber: KPU Jatim.

RIDWAN HISJAM

Pemilik nama lengkap Ir. HM Ridwan Hisjam ini lahir tanggal 26 Mei 1958 di Surabaya. Ia menikah dengan Hj. Siti Nurainiyah dan dikaruniai lima orang anak. Sekarang tinggal di Jalan Jemursari VII-16 Surabaya. Pekerjaan terakhir adalah Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur.

Ia sekolah dari SD-SMA di Surabaya dan lulus S-1 dari ITS tahun 1987. Ia juga alumnus KSA XIV LEMHAMNAS tahun 2006.

Ia aktif di REI hingga menduduki jabatan Bendahara Umum DPP REI (2001-2004) dan Dewan Pertimbangan DPP REI (2004-2007), Ketua DPD Golkar Jawa Timur (2001-2004), Ketua Komite Organisasi Kadin (2004-2008 ) dan Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Timur (2005-2009).

Di konvensi Golkar ia kalah dari Soenarjo dan akhirnya mendampingi Sutjipto dari PDI P.

DR. H. SOENARJO, M. Si

DR. H. SOENARJO, M. Si lahir tanggal 19 Januari 1945 di Blitar. Ia menikah dengan Hj. Siti Suparmi dan dikaruniai dua orang anak. Pekerjaan terakhir adalah Wakil Gubernur Jawa Timur. Sekarang tinggal di Jalan Dharmahusada Indah III-C/163 Surabaya.

Ia lulusan dari S-1 IKIP Negeri Malang (1970), S-1 Universitas Merdeka Malang (1985), S-2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1994) dan S-3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (2004).

Ia menjabat Ketua DPD Partai Golongan Karya Provinsi Jawa Timur tahun 2004-2009.

Ia pernah bekerja sebagai PNS di Blitar, Malang, Surabaya, Sekwilda Jatim (1996-2003) dan akhirnya Wagub Jatim sejak 2003. Ia juga menjadi dosen STKW, STIEK Jayanegara, ASMI/STIMI Malang, Untag Surabaya dan Universitas Widya Karya.

Ali Maschan Moesa

Sumber: Suryalive, Kompas

Pemilik nama lengkap Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M. Si ini lahir di Tulungagung, 1 Januari 1956. Ia mempunyai istri Hj. Mai Yetti dan lima orang anak. Saat ini berstatus sebagai dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Ia menjadi Ketua PWNU Jawa Timur mulai tahun dan diberhentikan pada lalu karena mencalonkan diri sebagai wakil gubernur mendampingi Soenarjo.

Ia menyelesaikan pendidikan dari SD sampai PGAN di Tulungagung, lalu kuliah dan lulus S-1 Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1986. Selanjutnya ia meraih S-2 Ilmu Sosial Program PPS di Universitas Airlangga Surabaya (1999) dan S-3 di tempat yang sama tahun 2006. Alamat sekarang: Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar 165 Wonocolo-Surabaya.

Ia aktif di NU sejak muda. Dimulai tahun 1972 ketika ia menjadi Ketua IPNU Desa Ketanon Tulungagung,

Jabatan Tahun
Ketua OSIS PGAN 6 Tahun Tulungagung 1973-1974
Ketua Rayon PMII Fak. Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya 1975-1976
Sekretaris GP Ansor Ancab Taman Sidoarjo 1975-1978
Ketua Umum Senat Mahasiswa Fak. Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya 1976-1977
Wakil Sekretaris PMII Cabang Surabaya 1977-1978
Ketua Umum Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya 1978-1980
Wakil Sekretaris PMII Koorcab. Jawa Timur 1982-1984
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Sidoarjo 1983-1989
Ketua Umum PMII Koorcab. Jawa Timu 1984-1986
Ketua LP Ma’ arif NU Cab. Sidoarjo 1983-1989
Wakil Ketua Khatib Syuriyah NU Cab. Sidoarjo 1989-1994
Wakil Ketua GP Ansor Wilayah Jawa Timur 1987-1991
Ketua LDNU Wilayah Jawa Timur 1987-1992
Katib Syuriyah NU Wilayah Jawa Timur 1992-1997
Sekretaris Pokja Program Kerukunan Umat Beragama Jawa Timur 1992-1997
Wakil Ketua PWNU Wilayah Jawa Timur 1997-1999
Ketua PWNU Wilayah Jawa Timur 1999-Maret 2008

ACHMADY

Dr. H. Achmady, MSi, MM lahir tanggal 8 November 1950 di Mojokerto. Ia menikah dengan Hj. Laliek Maftuchah, S. Ag, MM dan dikaruniai dua orang anak. Pekerjaan terakhir adalah Bupati Mojokerto. Sekarang tinggal di Jalan Achmad Yani No. 16 Magersari Mojokerto.

Ia alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ushuluddin (1973), Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Malang (1978), S-1 Fisip Universitas Darul Ulum (1984), S-2 Progaram Studi Administrasi Publik

Untag Surabaya (1999), S-2 Program Studi Manajemen Universitas Wijaya Putra Surabaya (2000) dan S-3 Ilmu Administrasi Untag (2005).

Ia memulai pekerjaan sebagai penarik retribusi di Pasar Pohjejer Kabupaten Mojokerto, staf kecamatan Gondang, PNS APDN MAlang, camat Bangsal, camat Trawas, Kepala Bappeda Mojokerto, Wedana Jabung dan Bupati Mojokerto sejak tahun .

SOEHARTONO

H. Soehartono, SH lahir di Kertosono tanggal 28 Januari 1950. Ia menikah dengan Hariani dan memperoleh tiga orang anak. Ia tinggal di Jalan H. Ali No. 93-95 Jakarta Timur.

Ia militer murni. Setelah lulus STM (1970) ia masuk AKABRI dan lulus 1975, lalu SUSSARCAB IF (1976), Susdanki (1979), Sus Staf Tempur (1987) dan Tar Bintal Siap Sat (1989).

SOEKARWO

Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum lahir di Madiun, 16 Juni 1950. Ia menikah dengan Dra. Hj. Nina Kirana, M. Si dan dikaruniai tiga orang anak. Sekarang tinggal di Kertajaya Indah Timur VI/21 Blok S-211 Surabaya. Pekerjaan terakhir adalah Sekdaprov Jawa Timur.

Ia lulus S-1 Hukum Unair Surabaya (1979), S-2 Hukum Ubaya Surabaya (1996) dan S-3 Hukum Undip Semarang (2004).

Ia pernah menjadi Kepala Cabang Dinas Pendapatan Daerah di Surabaya, Kepala Sub Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur dan terakhir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.

SYAIFULLAH YUSUF

Drs. H. Syaifullah Yusuf lahir di Pasuruan, 28 Agustus 1964. Ia menikah dengan Ummu Fatma dan memperoleh empat orang anak. Ia tinggal di Jalan Warung Silah RT/RW 002/05 No.31 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan. Pekerjaan terakhir adalah Wiraswasta.

Ia alumnus Universitas Nasional Jakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (2003).

Ia pernah menjabat Ketua Senat Fisip Universitas Jakarta (1988-1990), Ketua HMI Cabang Jakarta (1990-1992), Pengurus Pusat IPNU (1992-1994), Ketua PP IPNU (1990-1995), Wakil Sekjen PP GP Ansor (1995), Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (2002-2004), Ketua DP KORPRI Jawa Timur (2000-2005) dan Ketua Umum IPSI Jawa Timur (2005-sekarang).

Ia pernah menjadi Wartawan Tabloid Detik (1993-1995), Wartawan Tabloid Target (1996-1997), Anggota DPR-RI (1999-2001), Menteri Negara Pembanguna Daerah Tertinggal (2004-2007) dan Komisaris Bank Rakyat Indonesia (2007-sekarang).


2 Komentar

  1. nur hidayah mengatakan:

    Data-data seperti ini cukup membantu kita sebagai staf beliau berdua. terima kasih.

  2. […] Di tahun 2008, ada data kekayaan yang keluar dari daftar calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur. Saat itu Ridwan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur. Ia adalah calon terkaya saat itu, dengan kekayaan sebesar Rp. 15.159.985.000 (sumber) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: