Beranda » Opini » Hukuman Mati Bagi Koruptor

Hukuman Mati Bagi Koruptor


Berita sore ini dari sini, bahwa Pemerintah membuka wacana tentang hukuman mati bagi koruptor.

“Silahkan masyarakat mewacanakan hukuman mati untuk koruptor. Banyak unsur pembuat jera, besarnya hukuman menjadi salah satu faktor,” ujar Andi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (21/7).

Setuju!!!
Tetapi masalahnya:
1. Berapa maksimal korupsi yang dilakukan agar si koruptor layak dijatuhi hukuman mati?
2. Sebelum dihukum mati, bagaimana si koruptor menjalani hukuman penjaranya?
3. Bagaimana cara si koruptor dihukum mati?

Saia kasih pendapat:

1. Agar si koruptor layak dihukum mati, ia harus minimal mengorupsi 1 miliar rupiah.
2. Sebelum dihukum, si koruptor harus:

  • mengembalikan seluruh uang yang dikorupsi

  • meminta maaf kepada seluruh rakyat karena mengorupsi
  • diberi kesempatan untuk ibadah dengan khusuk dan penuhi semua permintaannya

3. Cara menghukum mati si koruptor
Wah, ini banyak cara, harus dilist satu persatu

  • Hukum picis. Konon ini di negara Majapahit, yaitu seorang pesakitan dirante di perempatan, setiap orang yang lewat harus menyayat bagian tubuhnya dan diatas luka itu diberi garam, begitu terus sampe mati. Wiii….

  • Disuruh minum racun.
  • Dibakar hidup-hidup.
  • Duduk di kursi listrik (Note: listriknya jangan dari PLN, nyawa baru nyampe dengkul ntar listrik mati, sebulan bisa-bisa belum kelar, kasihan kan… )
  • Dikubur hidup-hidup
  • Digantung. Pilih tempat-tempat strategis untuk menggantung: pintu masuk DPR/MPR, pintu masuk Kejaksaan, Mabes Polri, dll, yah…pokoknya tempat-tempat dimana para koruptor bersarang.
  • Dipenggal kepalanya alias pancung
  • Ditembak. Kalo Pindad butuh sasaran hidup, yah…siapa lagi yang paling berhak selain mereka? Calon sniper juga butuh stok banyak sasaran bergerak. Jadi jangan diikat terus tutup mata, biarkan aja lari, kalo perlu kasih sepeda, sniper juga ga bangga kan cuma bisa menembak orang yang diam?
  • Suntik mati. Ini buat calon dokter atau perawat, daripada malpraktek yang nambah sakit orang sakit, lebih baik para koruptor jadiin objek. Btw, mereka punya urat ga ya? Maksudnya urat malu…
  • Dirajam. Ini bagus buat atlet tolak peluru.
  • Kakinya diikat, lalu diseret kuda keliling kampung. Atlet-atlet berkuda, ini bagianmu.
  • Suruh menutup lubang tempat keluarnya lumpur Lapindo. Kali sepuluh koruptor cukup ya buat ngeganjel itu lubang
  • Jadi kelinci percobaan serum anti flu burung

Kayaknya yang terakhir lebih beradab ya? Dan ada gunanya…🙂
Gambar dari sini.
Oh iya, walau bagaimanapun, koruptor juga manusia. Bila ia telah mengembalikan uang korupsinya dan sudah dihukum, ia harus diampuni, misalnya dengan mengenang sebagai nama salah satu gedung atau bangunan. Misalnya ntar ada di DPR namanya Wisma Koruptor A, di Kejaksaan ada Gedung Jaksa Koruptor B, dan koruptor terbesar bisa diusulkan jadi nama jalan, misalnya Jalan Koruptor C… dll.


4 Komentar

  1. unduk mengatakan:

    Hua ha..ha…, serius di bikin lucu. Btw, gue setuju kalo koruptor dihukum mati.

  2. djunaedird mengatakan:

    Pasal 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengatakan bahwa :

    (1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

    (2) Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, PIDANA MATI DAPAT DIJATUHKAN.

    Tapi kapan?
    Selama pembuktiannya bukan pembuktian terbalik, kayaknya sulit untuk diterapkan…….

  3. g mengatakan:

    hukuman mati bagi koruptor?hmm, mari menunggu 20 tahun lagi,
    setidaknya, satu generasi harus habis dlu, sebab generasi wakil rakyat skrg adalah koruptor smua, mn mau mereka mmbuat peraturan yg akan menjerat leher mereka sndiri?
    lagian menurut sya pribadi, hukuman mati adalah ktpusan besar yg hrs ditinjau lebih seksama, krn menyangkut nyawa orang yg adalah hak TYME. Sejauh ini, yg pantas dihukum mati adalah mereka yg sadis, tidak bermoral, biadab,
    jika para koruptor itu yg kebetulan korup krn ad ksmpatan, apakah kt jg menggolongkan mereka sbagi sadis ?
    ato jk mereka yg kemudain d kenai hukuman mati krn korup 2 miliar rupiah, sdgkan mereka yg lain yg korup 2 trilium rupiah bisa bebas karena (lagi2) suap, apakah kt akan mnciptkan ketidakadilan lain?dan ketidakadilan ini menyangkut mengambil nyawa org,kelak hrs kt pertanggungjawabkan d hdpan TYME loh

  4. Muhammad Sood mengatakan:

    Saya setuju sekali hukuman mati bagi koruptor, mereka rakus, serakah dan tidak perduli dengan orang lain. Indonesia sulit maju jika masih ada pejabat negara, wakil rakyat, dan pera pelaku bisnis yang bermental penjahat. Karena itu harus segera dibuat regulasi yang memberikan sanksi/hukuman mati bagi para koruptor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: