Beranda » Opini » Iklan Politik PKS (Partai Kurang Self-Confidence?)

Iklan Politik PKS (Partai Kurang Self-Confidence?)

Saia ga sempat nonton iklan politik PKS di televisi. Ga tahu kapan ditayangkan, di stasiun televisi mana, jam berapa, isinya apa. Saia jarang nonton teve, tadi malam sempet nonton Arsenal versus Aston Villa, sayang the Gunners kalah. Dan kayaknya ga ada iklan PKS.

Tapi saya menjumpainya di Youtube. Alamatnya http://www.youtube.com/watch?v=of7SOPsfEyk. Durasi 30 detik, besar file 1,2 MB (low quality). Saia download dan saia putar.

Kita mulai dari isi secara sinematografi (mode sok tahu:on). Menurut saia, ini iklan politik yang amatir dan tidak berkualitas. Isinya cuma gambar-gambar para pahlawan, yaitu Soekarno, Soeharto, M Natsir, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Ashari, Muh Hatta, Jenderal Sudirman dan Bung Tomo. Lalu disusul suara seorang lelaki yang dengan lantang memberi semangat para penonton dengan suara yang berapi-api, benar-benar berapi-api. Kata-katanya antara lain: “mereka sudah lakukan apa yang mereka bisa, mereka sudah beri apa yang mereka punya, mereka guru bangsa kita, mereka pahlawan kita, mereka motivator kita, mereka ilham bagi masa depan kita. Terima kasih guru bangsa, terima kasih pahlawan, kami akan melanjutkan langkah bersama pks untuk Indonesia sejahtera.”

Biaya pembuatan iklan ini saia yakin sangat-sangat kecil. Tidak perlu shooting film, tidak perlu riset mendalam, tidak perlu wawancara tokoh, tidak perlu blusukan medan-medan berat. Cukup duduk manis di depan komputer, browsing internet nyari gambar-gambar pahlawan, kalau tidak ada ya scan gambar yang ada, tempel-tempel gimana enaknya, coret-coret nulis script, lalu rekam suara, padukan suara dan gambar, jadi deh. Seorang simpatisan PKS yang nganggur dan sedang getol-getolnya belajar video editing bisa mengerjakan iklan ini dalam waktu mungkin 1-2 hari.

Bandingkan dengan iklan politik PAN dan Gerindra (saia bukan anggota ketiga partai ini).
Iklan politik Sutrisno Bachir lebih baik dari sisi sinematografi. Pembuatnya harus menyuting kehidupan beberapa “pahlawan hidup” yang nyata dan ada di sekitar kita. Meski diprotes (kasus Suster Apung), iklan Sutrisno lebih kaya. Hanya saja, bisa saja yang diingat publik adalah Suster Apungnya, bukan Sutrisnonya.

Iklan politik Gerindra juga lebih hidup, meski yang ditampilkan adalah petani dan nelayan yang “anonim”. Nama-nama petani itu memang tidak perlu, yang perlu diingat publik adalah memang sang “pahlawan” Prabowo Subianto.

Dari sisi ini, semangat pahlawan yang coba dihembuskan PKS langsung dikhianati PKS sendiri. Mereka tidak mau bersusah payah membuat iklan yang cerdas, kreatif, dan mendidik. Alih-alih mereka malah mencomot tokoh-tokoh “diluar PKS”. Disini terlihat kekurangpercayaan diri PKS. Kalau mengetengahkan tokoh-tokoh PKS, mungkin ada keraguan siapa memangnya yang sudah cukup untuk “dijual”?.

Ditambah lagi mungkin ada rasa riya yang mengganggu, kok belum apa-apa sudah menjual amal dan jasa sendiri. Jadi titik tengahnya ya itu, ambil saja tokoh yang sudah dikenal, dan tambahi embel-embel pesan bahwa “PKS adalah penerus mereka”.

Apakah tokoh-tokoh itu milik seluruh bangsa? Ya. Tetapi PKS tidak bisa mengklaim sebagai penerusnya sendirian. Sedikit lebih cerdas bila PKS mempublisnya sebagai iklan layanan masyarakat, bukan iklan politik. Nama PKS ditulis kecil-kecil saja, dan ga usah disuarakan lantang. Cukup ditulis: iklan layanan masyarakat ini persembahan PKS.

Apakah PKS bermaksud menjadikan iklan ini sebagai titik tolak rekonsiliasi? Wah, ini terlalu jauh. Rekonsiliasi masalah apa? Antara siapa dengan siapa? Apakah maksudnya menjadikan Soeharto sebagai pahlawan? Apakah dengan memasukkannya sebagai salah satu tokoh guru bangsa dalam iklannya lantas ia betul-betul menjadi guru bangsa? Apakah PKS serius akan memperjuangkan “hak” Soeharto sebagai pahlawan? Ataukan PKS hanya sambil lalu saja, mengingat Soeharto memang seorang tokoh dan jutaan pengikutnya masih setia, hingga PKS mau meraih mereka?

Tetapi saia ragu mereka mudah dirayu hanya dengan sebuah iklan.
Jadi apa sebenarnya poin-poin dari iklan ini? Saia liat ada tiga:
Pertama, PKS sedang mengalami re-orientasi, bahasa slengnya bingung dengan dirinya sendiri. PKS sudah mentok dengan perolehan suaranya, dengan kata lain hampir seluruh pangsa pasar ketika partai ini didirikan sudah terekrut, baik menjadi anggota maupun hanya memberikan suaranya. Bila ingin lebih besar, PKS harus keluar mencari suara yang bukan loyalisnya. Dan itu adalah golongan nasionalis, abangan, atau loyalis partai Islam lainnya.

Kedua, PKS mencoba tidak terjebak pada iklan “percaya diri” versi Gerindra, atau tidak percaya diri versi Sutrisno Bachir. Iklan versi Gerindra – yang menampilkan seseorang sebagai tokoh utama – berbenturan dengan sikap tawadhu dan iklan versi PAN – yang menampilkan prestasi beberapa anak bangsa – berbenturan dengan “memangnya apa yang sudah diperbuat PKS”.

Ketiga, PKS hanya iri. Kepada siapa? Kepada sebuah adagium jurnalistik: bad news is good news (atau good news is bad news?). Publik haus terhadap berita yang heboh dan menegangkan tentang partai politik: gegap gempita perebutan kursi pengurusnya, para tokoh yang menyempal dan mendirikan partai baru, akhlak kurang terpuji para anggotanya, dan lain-lain. Berita tentang dualisme kepengurusan PKB misalnya, laku dijual. PKB menjadi news maker. Memang bukan berita yang sedap, tapi nama PKB lebih sering muncul di media massa. Apakah berita kurang baik itu akan mengurangi suara PKB, itu belum terbukti.

Sedangkan PKS relatif sepi dari pemberitaan. Apa yang harus diberitakan? Pengurusnya rukun-rukun, anggota dewannya santun-santun, demonya ga galak-galak. Berita bagus memang, tapi kurang laku dijual. Dan iklan politik ini momentum untuk merebut kembali perhatian media, dengan ongkos yang relatif kecil dan risiko yang minim. Dan lihatlah hasilnya: para tokoh berebut memberi komentar, setiap hari berita tentang PKS terpampang di koran, blog-blog tentang PKS menjamur dan mudah-mudahan ada satu bonus yang akan terjaring: bertambahnya suara dari swing voters, para pemilih yang belum bersikap. Minimal secara strategis citra bahwa PKS cenderung eksklusif akan sedikit terkikis.

Dari sisi ini, PKS menuai keuntungan. Sebuah upaya yang tidak terlalu berbiaya tapi gaungnya mungkin akan terdengar cukup lama.


5 Komentar

  1. Ajaran mengatakan:

    Analisa yang menyeluruh, gw gk tau celah mana yang harus diulas lagi hehehe…

  2. Ibit mengatakan:

    analisis yang menarik.
    “bad news is a good news”😀
    boleh… boleh…
    PKS memang harus dibuat sedikit “cacat” agar publik Indonesia memperhatikannya.
    Sungguh publik yang aneh.

  3. sunarno sahlan mengatakan:

    ulasan yang oke.
    begitulah realita sekarang. sesuatu yang nampaknya lurus-lurus gak akan ada yang memberitakan

  4. ALHIKO mengatakan:

    Salam kenal Kawan..
    Ini Ulasan yg tdk bisa disebut berimbang, meski dianggap sebagian orang menyeluruh, menarik. dll. Tendensius terhdp PKS tercium kuat.
    Skrg, apakah anda akan memilih parpol krn iklan yg dibuat lebih “hidup” dg bea mahal? / krn dia tokoh yg klihatan “hebat” diantara rakyat jelata yg menderita?

    Adakah pilihan yg lebih baik dari pada pilihan kepd kebaikan yg diusung oleh orang2 yg baik & insya Allah bersih, peduli & profesional?

    Kawan, Janganlah kebencianmu kpd suatu kaum membuat mu tak mampu berpikir jernih & bersikap adil !

    Saya dukung orang2 yg punya visi, misi & langkah2 nyata kpd kebaikan bangsa ini.

  5. cahayasura mengatakan:

    @Alhiko
    Salam kenal juga.
    Santai saja, Kawan, ga usah dipusingin.
    Memang lebih susah menerima kritikan daripada pujian ya…meski cuma iklannya!
    Tapi saya yakin, PKS lebih memerlukan kritik terbuka daripada pujian tanpa makna. Ibarat sopir truk mengantuk saat menuruni tikungan tajam, saya memilih mencubitnya daripada memuji kehebatannya menyupir. Risikonya dibenci memang, tapi seisi bus mudah-mudahan selamat.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

November 2008
M S S R K J S
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d blogger menyukai ini: