Beranda » catatan kecil » Keledai

Keledai

Bila Anda seekor keledai, jenis seperti keledai apakah Anda?

Emang ada berapa keledai?

Ada tiga.

Pertama, seekor keledai yang ketika berjalan pernah tersandung sekali, lalu ketika melewati tempat itu ia tidak tersandung lagi.

Kedua,
seekor keledai yang pernah tersandung ketika melewati sebuah jalan, dan ketika melewati jalan tersebut ia tersandung lagi.

Ketiga, keledai yang tidak pernah tersandung.

Bila Anda keledai jenis pertama, berbahagialah, karena meski Anda bodoh🙂 Anda tetap mau belajar dan tidak patah semangat.

Bila Anda jenis keledai kedua, berbahagialah, karena meski Anda lebih bodoh dari keledai pertama, Anda tetap belajar dan belajar, dan kaki Anda suatu saat kapalan karena sering terjatuh. Tidak mengapa, terjatuh dua kali atau seribu kali pada lubang yang sama memang menandakan IQ Anda cukup menyedihkan, namun yah… itu harga yang pantas sebuah pembelajaran, sampai Anda sadar, bahwa mungkin bidang Anda bukan yang sedang Anda geluti sekarang ini. Alias, pindahlah jalan, emang jalan itu doang?!!

Namun celakalah bila Anda termasuk keledai jenis ketiga. Keledai yang tidak pernah tersandung menandakan ia KELEDAI YANG TIDAK PERNAH BERJALAN! Karena tersandung, terjatuh, menandakan IA BERGERAK!
Anda tidak pernah bergerak, karena itu tidak pernah tersandung. Betapa menyedihkan hidup seperti itu, ibarat sudah mati meski masih bernafas, cuma numpang nama doang pada statistik penduduk.

Maka, bergeraklah, dan siap-siap tersandung. Kapan lagi?


4 Komentar

  1. ahsinmuslim mengatakan:

    melakukan kesalahan itu tanda adanya sebuah pergerakan (tindakan-red)
    pergerakan itu menandakan adanya kehidupan.
    so, bergeraklah untuk peroleh penghidupan.
    semangat!!

  2. yanti mengatakan:

    Kalo tidak kesandungnya karena dia selalu hati-hati dan perpandangan jaaauuhhh kedepan???? bukan karena tidak pernah melangkah???
    Mungkin tidak ya….
    Karena saya gak mau jika jadi keledai.. yang tersandung
    biar sekalipun… saaaakkkiiiitttt!!!!

    (Atau.. cerita ini dibuat seperti ini karena memang sifat keledai ya…, kan keledai memang terkenalnya bodoh… untuk bisa jadi pilihan sesuai requestku…bisa-bisa ganti tokoh utamanya.. “sang kancil”… he he he.. maaf ya.. intermezzo)

  3. aziz mengatakan:

    saya kasiha sama keledai,,,

    kayanya jadi makhluk yang hina bgt,,,

    coba liat dari istilah di hidup keseharian sampai dalam agama, keledai seperti hewan yang begitu “sial”…

    padahal yang ngomongin keledai aja belum pernah liat keledai kaya apa.,.,

  4. cahayasura mengatakan:

    @Aziz
    Tapi kayaknya ngga ada keledai yang protes ya?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Februari 2009
M S S R K J S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
%d blogger menyukai ini: