Beranda » catatan kecil » Seharusnya Prita Mendapat Penghargaan, Bukan Penjara

Seharusnya Prita Mendapat Penghargaan, Bukan Penjara

Kalau saya Direktur RS Omni Internasional Alam Sutera Serpong Tangerang, saya akan memecat siapapun yang mengusulkan agar Ibu Prita Mulyasari dituntut dan ditahan karena mengirim email. Dan sebagai gantinya, saya akan meminta maaf kepada Ibu Prita dan memberi penghargaan dalam bentuk pelayanan kesehatan di rumah sakit kepada beliau, suaminya dan anak-anaknya GRATIS SEUMUR HIDUP. Mengapa?

Alasannya sederhana. Sebagai Dirut RS bertaraf internasional, saya tahu bahwa TIDAK ADA SATU PUN RUMAH SAKIT DI DUNIA yang TIDAK PERNAH MENDAPAT KELUHAN DARI PASIENNYA. Bahkan rumah sakit paling mewah, paling megah, paling laris, dokter-dokternya paling pintar, alat-alatnya paling mutakhir, dan keberhasilan penyembuhan pasiennya paling tinggi skornya, PASTI pernah mendapat komplain dari pasiennya.

Itu sangat manusiawi. Di tengah kepanikan dan rasa cemas yang mendera pasien tentang kesehatannya, di tengah hilir mudik petugas medis yang cemas terhadap pasiennya, di tengah kesibukan para staf administratif yang memelototi berbagai dokumen dan data agar kesehatan keuangan rumah sakit tidak terganggu, di tengah kepungan penawaran kerjasama perusahaan rekanan yang ingin menjual sebanyak mungkin barang dan jasa, tentu ada satu dua pasien yang kurang terperhatikan, kurang terkontrol atau kurang dilayani. Kalau kemudian mereka mengirim keluhan berupa surat pembaca, entah ke milis, entah di blog, entah ke media cetak, entah ke televisi dan radio, entah ke yayasan perlindungan konsumen, entah ke komnas HAM, atau langsung kepada manajemen rumah sakit, itu adalah teguran. Sekarang persoalannya, bagaimana kami menyikapi teguran tersebut?

Tergantung apakah kami sedang waras atau tidak. Bila kami sedang “sakit”, maka kami akan menganggap semua keluhan sebagai ancaman. Tindakan yang kami ambil berdasarkan prinsip win-lose solution: kami harus menang dan pasien harus kalah. Kami akan memanggil pengacara paling top, menuntut secara perdata dan pidana, tidak sekadar menjawab melalui milis dan media massa. Kami rumah sakit internasional, dana kami tidak terbatas. Kami harus menang. Tetapi karena ini sudah menyita waktu, tenaga dan pikiran kami, kami akan menyiapkan tuntutan yang sepadan dengan semua yang kami keluarkan. Berapa miliar persisnya, itu harus sebanding dengan seberapa parah kerusakan nama baik kami.

Dan karena sakit kami makin parah, kami mau tak mau harus menang. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah: JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KAMI, KAMI PUNYA KUASA, KAMI PUNYA BIAYA, KAMI PUNYA PENGACARA, KAMI PUNYA PENJARA. Bahkan kalo perlu kami bisa membangun satu ruangan khusus berupa SEL yang akan disediakan bagi para pasien nakal dan kebablasan, pasien tukang keluh dan tukang mengadu, pasien rewel dan pasien yang susah bayar.

Itu kalau kami sedang tidak waras.
Kalo kami sedang waras, mental kami sedang bagus, otak kami sedang encer, keuangan kami sedang sehat, hubungan sosial kami sedang hangat, spiritual kami sedang elok, maka kami akan bertindak sebaliknya. Kami akan memeriksa kasus tersebut dan memeriksa para dokter dan perawat yang bersangkutan. Kami akan terbuka kepada pihak berwenang untuk menyelidiki. Kami akan terbuka kepada para wartawan, Komnas HAM, perlindungan konsumen, dan masyarakat luas. Biar mereka melihat sendiri, siapa yang benar dalam kasus ini; kami atau Ibu Prita. Kalo dokter dan para medis kami yang salah, kami siap memberi sanksi kepada mereka, entah skors, denda atau pemecatan. Lebih mudah mendapatkan dokter spesialis dan paramedis bagus daripada memperoleh kepercayaan pasien, masyarakat dan media massa.

Tetapi, apapun hasil investigasi tersebut, karena kami merasa Ibu Prita sudah terkuras tenaga, waktu dan pikirannya untuk kasus tersebut, kami merasa perlu meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami. Sebagai gantinya, kami akan mengembalikan semua biaya yang telah beliau keluarkan, plus memberi pelayanan kesehatan GRATIS SEUMUR HIDUP kepada Ibu Prita, suaminya dan anak-anaknya.

Karena bagaimanapun, perbuatan Ibu Prita kami anggap PELUANG, bukan ANCAMAN. Blessing in disguise kata orang, BERSAMA KESULITAN PASTI ADA KEMUDAHAN kata ustad.

Dan kepada para staf kami yang telah mengusulkan agar menghadapi Ibu Prita dengan tuntutan pidana dan perdata, tak peduli apakah dia humas atau pengacara kami (yang mungkin tidak enak karena selama ini kami gaji meski tidak bekerja) kami berpikir serius untuk memutuskan hubungan kerja.

Sekali lagi, kalau saya Direktur RS Omni Alam Sutera, saya akan meminta maaf kepada Ibu Prita Mulyasari dan memberinya penghargaan serta menegur keras para staf rumah sakit yang mengusulkan agar ia dituntut pidana dan perdata.

Kecuali, kalau saya sendiri yang mengusulkannya.🙂


2 Komentar

  1. Kreshna Iceheart mengatakan:

    Inilah akibat dari ekonomi pasar bebas yang kebablasan. Terlihat bahwa Indonesia mulai menganut politik right-wing konservatif pro-kapitalisme seperti di Amerika, dimana konsumen boleh diinjak-injak oleh perusahaan-perusahaan besar. Seperti di Amerika, freedom of speech dan kebebasan individu ditindas dan diinjak-injak demi kepentingan kapitalisme.

    Seandainya gua tidak golput sekalipun, gua tidak sudi memilih Presiden dan Capres yang pro ekonomi pasar bebas.

    Eropa dengan sistem ekonomi terkontrol berhasil melindungi kebebasan warga -nya dari penindasan kapitalisme. Sementara itu kebebasan individu sangat dijamin (left-wing liberal). Beda banget dengan Amerika. Amerika membuat gua jijik dan pingin muntah.

    Pokoknya gua tidak mau memilih Presiden dan Capres yang pro-Amerika dan pro pasar bebas!

  2. tHalia mengatakan:

    woyo,,
    tindakan omxx…
    sungguh MENJENGKELKAN!!!!!
    tidak MANUSIAWI.tidak ADIL.AROGAN.EGOIS.ANGKUH.
    ingat.TUHAN yang akan membalasmu omxx..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Juni 2009
M S S R K J S
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d blogger menyukai ini: