Beranda » catatan kecil » Aku Ingin Beberapa Jam di 10.30 Hari Ini

Aku Ingin Beberapa Jam di 10.30 Hari Ini

digKalo bisa, aku ingin waktu berhenti di pukul 10.30 hari ini Sabtu 4-7-2009, beberapa jam saja. Bukan, aku tidak sedang menerima lotere 500 ribu pounds saat itu, atau naik pangkat bertingkat dari kapten jadi kolonel, atau sedang dikunjungi capres angelina jolie. Tidak. Lalu? Sederhana saja, saat itu aku sedang berkeringat.

Dahi berpeluh. Leher berpeluh. Punggung dan dada berpeluh. Lengan dan tangan berpeluh. Jantung berdegup lebih kencang, aliran darah mengalir lebih deras.

Sendirian, di tengah kebun di belakang rumah. Semilir angin membelai dedaunan, kemerosok daun bambu dari belakang rumah mbah parto, kicauan tiga kutilang bak alunan harpa maya hasan, seekor induk ayam yang mengais-ais sampah, kucing belang yang mengendus-endus rumput. Matahari mengirim energi menerobos pucuk-pucuk jati dan anyaman alam daun melinjo, pisang, sukun dan pete.

Aku, sedang di tengah gelanggang, sepetak tanah 3 kali 3,5 meter, dengan cangkul, linggis dan ember di tangan. Baru separo perjalanan, baru setengah meter. Tapi aku sudah merasakan nikmatnya menggali.

Aku tidak yakin kapan terakhir berkeringat. Sehari-hari bekerja di depan layar LCD dan keyboard hitam berjam-jam memang bukan pekerjaan yang menguras tenaga. Bukan kegiatan yang melancarkan aliran darah. Bahkan kalo keasikan bisa-bisa ambeien, pegel-pegel dan mata pedas. Aku juga jarang olah raga, tak pernah malah, paling skipping doang yang tidak teratur.

Dan seminggu ini, aku memanfaatkan tenaga yang dititipkan Tuhan melalui otot, tulang dan darah ini. Ternyata nikmat juga mengayunkan cangkul, menghunjamkan linggis, menembus batu dan tanah, menyingkirkan hama dan gulma, menelisik bumi lapis demi lapis. Menyapa kelabang, semut merah, cacing dan rayap. Maaf, aku mengganggu sarang kalian.

Karena banyak keringat tentu saja aku harus banyak minum. Kopi singkawang yang diseduh air mendidih betul-betul meluncur ke tenggorokan. Ditambah air putih dari sumur. Benar, bahwa minum jauh lebih nikmat setelah haus.

Itulah mengapa aku ingin beberapa jam saja di waktu 10.30 hari ini. Hangat mentari, semilir angin, kicau kutilang, harum kebun, gemerisik daun, basah tanah, beradu logam, dengus nafas dan peluh dahi. Nikmat apa lagi yang kamu dustai?

Tidak percaya? Mari ikut aku menggali tanah mencari harta karun.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Juli 2009
M S S R K J S
« Jun   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: