Beranda » catatan kecil » Monolog

Monolog

Baiklah, kita berdamai saja.
Lho, memangnya kapan kita bertengkar?
Kamu lupa atau bego?
Tidak, aku tidak ingat.
Kita bertengkar hampir setiap hari, setiap ada masalah, setiap ada kejadian, ketika harus menyikapi sesuatu, ketika harus mengambil keputusan.
Aku tidak merasa pernah melakukannya.
Ayolah, bagaimana kita menyelesaikan masalah bila kau tidak mengakui adanya?
Oke, beri contoh satu saja kejadian ketika kita bertengkar.
Mudah saja dan terjadi saat ini juga. Yaitu: apakah kau harus menuliskan hal ini? Kita bertengkar untuk beberapa hal: apakah menuliskannya, apa saja yang harus ditulis, bagaimana bentuknya dan kapan kita publikasikan. Kau akui?
Ingatanku sangat pendek. Katakan padaku, bagaimana persisnya kalimat yang kita lontarkan?
Kau bilang “jangan tulis”, aku bilang “tulis”. Kau bilang “tulis saja sebuah esai”, aku bilang “tulislah dengan hatimu”. Kau bilang “sepuluh tahun lagi”, aku bilang “sekarang juga”.
Benar kita berdialog seperti itu?
Sejauh yang aku ingat.
Lalu siapa yang menang?
Maka dari itu aku mengajakmu berdamai, sehingga kita berdua menang, tidak ada yang kalah.
Tetapi dua pendapat tersebut jauh berbeda. Soal waktu saja, kalau diambil tengah-tengahnya berarti lima tahun!
Aku tidak bilang ambil tengahnya, aku bilang berdamai.
Jadi katakan apa maksudmu dengan berdamai.
Mudah saja, suatu saat kita memakai pendapatmu sepenuhnya, saat lain memakai pendapatku seluruhnya dan saat lain lagi pendapat yang bukan pendapat kita, atau variasi pendapat kita atau variasi pendapat yang bukan pendapat kita.
Tetapi kita perlu merundingkan kapan saat itu dan pendapat siapa yang harus dipakai.
Kita perlu membuat skor dan nilai.
Wah,apakah harus senjlimet itu?
Kalau tidak kita sepakati, kita akan terjebak lagi pada persoalan sama.
Baiklah, skor seperti apa yang kau maksud?
Ada yang kuat, sedang dan lemah. Ada yang sangat penting, cukup penting dan tidak penting.
Aku tidak mengira persoalannya serumit ini.
Jangan khawatir, kita sedang menguraikannya bukan?
Dan sepertinya akan berlangsung lama.
Mungkin selamanya. Tetapi pertama-tama, kita harus sepakati dulu satu hal.
Apa itu?
Kita mulai dengan tos gelas kopi kita.
Dan baca bismillah.
Setuju.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pelongok

  • 217,543 Kepala

Ziddu

Februari 2010
M S S R K J S
« Jan   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  
%d blogger menyukai ini: